Mengenal Richard Feynman, Fisikawan yang Berjiwa Petualang.
Tanpa fisikawan ini mungkin kita tidak dapat menikmati komputer, smartphone, dan tentunya tulisan ini. Karya Richard Feyman terdapat pada bidang mekanika kuantum, kuantum elektrodinamika, dan statistik kuantum. Karya tersebutlah yang mempunyai andil besar pada perkembangan divais yang sekarang dinikmati oleh umat manusia. Dari karya-karya yang disebut diatas, Feyman dihadiahi Nobel Prize untuk karyanya dibidang kuantum elektrodinamika pada tahun 1965.

We’ve learned from experience that the truth will come out.
Pria yang lahir pada tanggal 11 Mei 1918 di kota New York ini memiliki jiwa petualang dan keingitahuan yang sangat besar. Feyman sempat menghabiskan waktu hampir 10 bulan berkelana ke Brazil hanya untuk belajar bermain Bango Drum. Kemudian, Feyman berkelana ke Meksiko menjelajahi hutan untuk mempelajarai matematika peradabaan Bangsa Maya (sekarang diributkan karena ditemukannya kalendar Maya yang memberikan petunjuk bahwa dunia akan berakhir pada akhir tahun 2012). Lulusan sarjana dari MIT ini juga termasuk salah satu staff pada program bom nuklir Amerika. Sebelum tutup usia, Feyman juga meneliti penyebab ledakan pesawat ulang aling Challanger yang meledak pada tahun 1986.

If I could explain it to the average person, I wouldn’t have been worth the Nobel Prize.
Feyman tutup usia pada tanggal 15 Februari 1988 karena kanker yang dideritanya. Selama hidupnya Feyman juga menuliskan banyak buku fisika. Buku fisikanya disajikan dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh orang awam sekalipun. Dua bukunya yang paling terkenal adalah “What Do You Care What Other People Think”. Dan di perpustakaan Fisika ITB terdapat buku dari fisikawan ini yang berjudul “Statistical Mechanics”.

Tell your son to stop trying to fill your head with science — for to fill your heart with love is enough.